Suka duka haru akhir semester
Akhirnya perjalanan panjang ini sedikit demi sedikit terlampaui,,lelah sangat terasa bila kita kaji lagi semua perjalanan ini,,tapi tentunya sangat indah jika dijadikan sebuah cerita, mungkin suatu saat perjalanan ini akan kuberi judul “ Memorian Masa Lalu”,,hahaha. Oke guys,,,kenapa saat ini aku kisahkan tentang perjalanan karena kali ini aku akan membahas seputar khs (kartu hasil study). Semester,,ya semesteran anak kuliah hal yang selalu terjadi di setiap akhir 6 bulan pastinya, lalu apa yang harus dibahas nih ,,wah aku juga bingung aku harus bahas apa, tapi kita tulis saja, nanti juga nyambung. Perjuangan panjang dan lama pastinya sudah terjadi di sebelum 6 bulan terakhir, diantaranya masuk kuliah, tugas kuliah, kerja kelompok, menghadapi dosen yang kelewatan ngasih tugas, juga system kampus yang terkadang tidak bersahabat yang mungkin menyebabkan badan dan jiwa serasa letih, lelah, masa bodo, terharu, kecewa, bangga, marah dengan teman, persahabatn yang haru,,wah,,wah,,wah,,,campur aduk euy,,,. Semua ini sudah dijalani dengan cara dan langkah serta prinsip dari masing-masing pribadi.
Menjelang kuliah semua rata-rata mahasiswa masih santai-santai menghadapi mata ajar – mata ajar, ditambah lagi dengan system kampus yang terkadang kurang bersahabat, ya,,contohnya saja jadwal yang sering berubah yang bahkan tidak bisa di ganggu gugat,,,waduh kasihan yang mahasiswa super sibuk,,terkadang harus klieran menghadapi system kampus hehe,,itu juga salah satu dari perjuangan pastinya, dan ketika sudah aktif belajar dan dipenuhi dengan tugas-tugas juga pada sibuk, itu sih hal wajar lah,,akan tetapi kalau tugasnya dari dosen killer…ya contohnya,,,kalau ada tugas yang berjubel banyak harus diselesaikan dengan cepat,,,waduh,,waduh,,,harus sabar,,sabar ,,juga jadi mahasiswa rupanya, bahkan ada juga yang emosi antar teman ketika ada tugas kelompok, yang satu merasa sibuk, yang satu merasa kerja sendiri, yang satu ingin meletakkan namanya di nomer satu,,,wah,,wah,,wah,,,persahabatan di uji tuh ma tugas,,,apa lagi kondisinya lagi ujian juga,,,super sabar dah.
Akhirnya tibalah yang bener-bener menegangkan yakni menghadapi UTS atau UAS, biasa mahasiswa seminggu sebelum ujian sangat sibuk, ada yang membereskan materi-materi yang belum dikuasainya, mencari fotocopyan naskah ujian tahun lalu yang mungkin atau pasti akan keluar, saling call-callan antar kelas yang mungkin bisa saling konfirmasian bila ada bocoran naskah ujian atau fotocopyan ujian tahun lalu, dan malam sebelum ujian benar-benar belajar keras, baik dari yang pandai maupun yang kurang pandai semuaaa,,,belajar,,,wah hal positip tuh, belajarnya ada yang bermacam-macam ada yang menghafalkan materi-materi mata ajar, ada juga yang menulis menyiapkan contekkan, bahkan juga ada yang ribet nyari fotocopyan malem-malem kalau-kalau ujian nanti open book hehe,,,bisa dikatakan suatu perjuangan juga lho,,hihihi hal terebut terjadi selama seminggu atau bahkan sebulan yah,,,selama ujian itu berlangsung tentunya.
Hingga akhirnya penentuan hasilpun di umumkan yakni KHS(Kartu Hasil Study), rasa dag,,dig,,,dug,,,takut,,senang,,,campur –campur dalam hati,jika hasilnya memuaskan ada yang tertawa-tawa, sombong, pamer dst, jika ada yang kurang bagus maka merasa minder untuk menunjukkan nilainya, malu, bahkan langsung dimaksukkan ke saku lembar KHSnya, ada juga yang berbahagia ada juga yang sedih, yang bahagia saat itu tidak tahu rasanya yang sedih dan juga sebaliknya yang sedih tidak tahu rasanya bahagia mendapatkan nilai tinggi,,,wah,,wah,,waduh, sebenernya kalau kita kaji lagi hari-hari sebelumnya bahwasannya kita sudah sama-sama berjuang, berjuang akan semuannya hanya untuk sebuah nilai, yang jadi permasalahan disini ada yang berjuang dengan sportif dan ada yang tidak.
Lalu bagaimana dengan si sportif jika mendapat nilai kecil dan sedangkan si tak sportif malah mendapat nilai besar, wah bener-bener tragedy yang ga adil tapi harus dimaklumi prinsip anak-anak sekarang yang tidak sejalan, ada yang berprinsip dan ada juga yang angin-anginan, ada yang sportif dan ada juga yang tidak ,,,semua itu adalah perbedaan tapi sebenarnya indah karena hal itu adalah warna, warna kehidupan.
Akan tetapi lebih bijak jika kita selalu sportif dalam segala hal kaarena mngkin dengan begitu kita akan merasakan sesuatunya dengan kerja keras dan penuh nilai makna. Bayangkan kalau kita menyontek saat ujian dimana nilai bakti kita terhadap ilmu, terhadap guru dan juga terhadap sesuatu yang benar-benar hakiki dimata Tuhan, dan yang kedua ada baiknya kita selalu bersyukur kawan terutama bagi yang nilainya kurang memuaskan, syukuri aja toh kita juga sudah usaha keras aku tahu ko rasanya selalu kalah, karena jujur saja aku juga sering mengalami, dan tenang aja kawan kamu tidak sendiri masih banyak yang senasib seperjuangan sama kamu dan pasti janganlah berubah tetap sama prinsip kita tetap sportif dan berusaha mensyukuri hasil yang diberikan Tuhan untuk kita, dan nasihat untuk yang belum mengerti tentang arti dari kesportifan dan bakti ilmu, seharusnya lebih menyadarkan diri karena hanya dengan sadar diri lah kita bisa mengerti dan memaknai kehidupan yang sebenarnya, coba kalian bayangkan alangkah lucunya kalian bergembira padahal hasil kemenangan kalian yang didasarkan dari tak sportip itu, dan satu lagi bagi yang pandai jangan lupa sama yang kurang pandai ya,,, seperti pada sembohyan tut wuri handayani yang bunyinya, “ing ngarso sung tulodo (jika kamu berada didepan maka bantulah yang dibelakangmu), ing madya mangun karso(jika kamu ditengah maka nasihatilah yang didepanmu dan juga yang dibelakangmu agar tidak keliru, tut wuri handayani(dan jika kamu dibelakang maka ikutilah yang didepanmu dengan hati-hati)”. Jadi selamat ya,, bagi para pejuang semoga perjuangan teman-teman bisa membawa kedalam gerbang kesuksesan. - Jangan pergunakan belajarmu hanya untuk menjadi orang sukses akan tetapi pergunakanlah belajarmu untuk menjadi orang yang berjiwa besar-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar